Ngobrol lagi dengan mas satpam
March 9th, 2009 by pitikjam 20.00 WIB (6 Maret 2009)
Pak Bupati Kendal (PBK) : dab, ketok-e ra iso nongkrong ki, soale sing nongkrong dho diusiri satpam meneh
Aku (AKU) : lha ngopo?wingi jare wis oleh?piye tho?
PBK : Embuh ki..ndang rene
AKU : wah aku sik ono tugas, mbangun deso ki..kowe wae sing nglawan, kan kowe bekas rambo teko alas piyetnam
PBK : Matamu!
AKU : matamu dhewe!
Begitulah akhir dari percakapan yang menyenangkan dengan pak bupati. Kejadian minggu kemarin kembali terulang. Tempat nongkrong di depan plaza indonesia kembali dilarang dipakai. entah dengan alasan apalagi.
Jam 02.00 WIB (07 Maret 2009)
Mas Satpamwan (MS) : Malam Mas
Aku (AKU) dan gerombolan : Malam pak
MS : Mas duduknya bisa diatas situ aja..*sambil nunjuk buk marmer plaza indonesia*
AKU : Lho kenapa mas?
MS : Soalnya kalo dibawah ga enak dilihat sama orang-orang
AKU : *bingung*..maksudnya gimana mas?
MS : Ya kalau ada orang yang lewat kan ga enak dilihat
AKU : *emang ada yang mau ngelihat gerombolan BHI?kan satupun ga ada yang pantas untuk dilihat?* wah.. kok bisa gitu?
Seseorang Entah Siapa (SES) : emang jam segini masih ada yang jalan-jalan gitu mas?
MS : iya mbak-mbak *ini betul-betul dia bilang “mbak-mbak”..asyuu..wedoknya cuma pito padahal..*
Pito (ga iso disingkat) : lho kok mbak-mbak..sampeyan ga liat perempuannya cuma aku! *akhirnya dia sadar, alhamdulillah*
MS : *mengabaikan pernyataan pito* saya cuma menjalankan perintah komandan mas..
AKU : ya udah mas, gini aja..kumendan sampeyan suruh kesini aja..
MS : wah ya ga bisa..
AKU : lha kenapa?
MS : *mengabaikan pertanyaanku* nanti kalau ada satpol PP bisa digaruk lho mas-mas..*waduh..ini pasti karena wajah gerombolan BHI yang sangat layak digaruk*
AKU : ya sudah, nanti kalau ada satpol PP kesini biar kita ngomong..
MS : Tapi..
AKU : terima kasih udah ngingetin kita-kita lho mas..
MS : *bingung*..*terdiam*…ya sudah mas..*berlalu*
akhirnya obrolan dilanjut. tapi kalaulah kami bisa memberikan alasan untuk tidak diusir, lalu bagaimana dengan penikmat bunderan yang lain?
*obrolan tersebut berdasarkan ingatan saya, jadi mungkin ada yang kurang ataupun saya tambahi*
Sebuah Tanggung Jawab Sosial
March 3rd, 2009 by pitikTaman yang indah dan trotoar yang bersih adalah sebuah pemandangan yang langka di Jakarta. Kesemrawutan pedagang kaki lima di trotoar, buang sampah sembarangan di taman adalah pemandangan yang “biasa”. Sering kali kita lalai bahwa itu semua tanggung jawab bersama. Anggapan bahwa sampah dapat di daur ulang secara otomatis oleh bumi kita yang renta maupun alasan bahwa “untuk itulah tukang sampah/petugas kebersihan digaji” merupakan pembenaran bahwa kita menderita amnesia berjamaah.
Kecenderungan penerapan GCG (Good Corporate Governance) pada perusahaan besar maupun kecil merupakan sesuatu yang layak diapresiasi. Resposibility, merupakan salah satu aspek dalam GCG ini. Responsibility melingkupi tanggung jawab terhadap shareholder maupun stakeholder. Responsibility terhadap shareholder inilah yang saat ini merupakan hal yang pokok dipegang oleh kebanyakan dewan komisaris dan dewan direksi (tentang laporan & tanggung jawab dewan komisaris dan dewan direksi silakan cek pada UU Perseroan Terbatas Pasal 66 ayat 2.bagian c). Responsibility pada stakeholder, -saya kira-, tidak kurang penting bagi sebuah perusahaan, tetapi seringkali di nomor duakan. Stakeholder yang meliputi pemerintah, karyawan dan masyarakat sekitar harus terwujud dalam sebuah tindakan nyata.Adanya CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan wujud nyata dari hal ini.
Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI) merupakan salah satu ruang publik yang masih tersisa. Bagian dari Bundaran HI ini adalah trotoar dan buk di depan Plaza Indonesia. Sebuah taman dan kolam air yang selalu mengalir merupakan hiasan yang menarik. Pejalan kaki, pengunjung plaza, dan banyak lagi orang sering melewatkan waktunya dengan duduk-duduk menikmatinya. Demikian juga para pekerja, sembari menunggu angkutan, sering terlihat bercengkerama menikmatinya.
Kami (kumpulan bloger BHI) ikut pula memanfaatkan tempat ini untuk berkumpul pada Jumat malam seusai menjadi buruh di pabrik masing-masing. Bercerita, guyon dan menikmati malam akhir pekan di pusat Jakarta merupakan kenikmatan tersendiri. Tak hendak dipungkiri bahwa kami memanfaatkan pelataran dan menikmati kolam serta taman yang ada di depan plaza Indonesia.
Pemanfaatan pelataran dan trotoar ini ternyata dirasa mengganggu oleh pihak pengelola Plaza Indonesia. Satpam pun dikirimkan untuk melakukan pengusiran. Duduk-duduk di buk dekat taman dan kolam adalah “haram” hukumnya. Dengan alasan bahwa sering ada sampah yang merusak taman, pelecehan terhadap orang yang lewat dan pernah terjadinya tindak pidana kriminal (penjambretan di tempat tersebut). Sebuah pembenaran sepihak.
Kenyataan bahwa sebuah perusahaan harus mempunyai CSR, sepertinya menguap pada kasus ini. Wujud nyata penyediaan ruang publik yang dapat dinikmati menjadi hilang. Stakeholder (pekerja dan masyarakat sekitar) menjadi terabaikan. Sebenarnya kasus ini menarik jika dipandang dari sudut CSR. Disinilah peran CSR dari plaza Indonesia harus muncul. Bukan tindakan represif dengan cara pengusiran. Melalui cara yang lebih mendidik dan berjangka panjang akan menyelesaikan masalah. Tanggung jawab perusahaan terhadap stakeholder menjadi terwujud.
Penyediaan ruang publik bagi masyarakat sekitar akan menjadikan apresiasi yang positif bagi plaza Indonesia, saya kira. Tetapi hal ini masih jauh dari harapan, ketika malam kemarin (jum’at 27 Februari 2009) saya dan teman-teman berusahan menemui manajer. Hanya sebuah jawaban dari representatif Plaza Indonesia yang mengatakan manajernya tidak bisa ditemui karena sedang sibuk di lantai atas. Sebuah audiensi yang bisa jadi jalan keluar, tidak terjadi malam itu. Sangat disayangkan sekali…
(bersambung, kalau sempat…)
sebuah catatan
February 19th, 2009 by pitikyang penting adalah berbuat baik kepada orang-orang dekat dan kepada sesama, kalaupun menjadi terkenal dan mendapat penghargaan itu hanyalah sebuah resiko
sebuah catatan dari menyaksikan sosialisasi Indonesia Berprestasi di Wetiga/Dagdigdug
Kenapa perempuan cantik selalu merindukanku?
February 12th, 2009 by pitikhoi bangun!!bangun!!

