……….
January 19th, 2010 by pitik..lalu kau lepaskan genggamanmu..
dua puluh tahun dan kemudian kau datang, lalu aku terhempas kembali.
bidadariku, aku berjalan dalam kabut dalam tahun-tahun kegelapan. melangkah pada saat yang salah, menginjak pada tempat yang rapuh.
menyandar pada patok-patok sembarang. menggamit tangan-tangan seadanya.
Muktamar yang ketiga akan segera digelar! Kapan dan dimana? Baca detil dibawah ini.
Waktu: 20:00 - sampai bosen
Hari, tanggal: Jumat, 23 Oktober 2009
Tempat: Pojokan Bunderan Hotel Indonesia
Agenda: Kumpul-kumpul
Biaya: Rp 2.000,- (boleh diangsur 3 kali)
Suguhan: sudah disiapkan oleh juragan besar Kang Yoyok Putro Kusumo.
Dan seperti biasa, Muktamar Blogger ini digelar sebagai ajang parodi alias lucu-lucuan terhadap acara Pesta Blogger. Makanya tak perlu konfirmasi, biaya yang sangat murah dan tentu saja sajian yang bersahaja. Satu lagi, dilarang tersinggung!
Masih kurang? Ada lagi hal menarik agi Anda yang dari luar Jakarta. Tempat menginap di markas besar Kebon Kacang gratis. Dengan syarat tidak boleh berisik selama tinggal. Oh iya, handuk, sabun, sikat gigi dan sandal jepit bisa dipesan ke saudara Yudhi. Untuk tambahan sangu, silahkan dibicarakan diluar.
Namun sayangnya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami kehabisan ide mengenai kegiatan sosial apa yang bisa dilakukan. Ide yang biasanya juga sekaligus dijadikan sebagai tema Muktamar. Maka dari itu, kemudian muncullah tagline untuk muktamar kali: Blogging for nothing. Alias ndak ngapa-ngapain.
Jadi, silahken datang jika berminat.
Tuhan dalam ingatanku adalah sosok yang Maha kasih. Tak mungkin dia seperti disangkakan banyak orang, yang dengan sengaja membuat goyangan di Padang hanya untuk menghukum. Tak mungkin Dia seperti Noordin M Top, yang dengan mengutip firman-firmanNya lalu kemudian membantai, bahkan yang tak mengerti apa-apa. Gempa adalah peristiwa geologi yang bisa diterangkan ilmu pengetahuan, entah itu karena patahan, sesar ataupun kekuatan-kekuatan tektonik dan vulkanik lainnya.
Aku heran dengan rangkaian ucapan maupun tulisan yang seolah-olah gempa itu adalah perbuatan Tuhan untuk menghukum ataupun memberi cobaan. darimana kalian tahu?kalian rangkai firman-firman Tuhan hanya untuk memberikan cap kepadaNya sebagai penghukum, sebagai pemberi cobaan. Sebuah tuduhan kepada Sang Khalik. Aku meradang karenanya.